4 Hewan yang Menggendong Anaknya di Punggung


Manusia mengandung janin yang sedang tumbuh di dalam rahimnya selama kurang lebih sembilan bulan. Setelah bayinya lahir, bayi tersebut masih perlu digendong. 

Sama seperti manusia, banyak juga induk hewan yang menggendong anaknya, bahkan dapat menggendong hingga puluhan anak dalam satu waktu, dan kadang-kadang membawa anak-anaknya selama bertahun-tahun.

Hewan menggendong anaknya dengan berbagai cara. Ada hewan yang menggendong anaknya dikantung seperti kanguru, koala, dan walabi selama anak-anaknya masih berkembang. Ada juga hewan yang menggendong anak-anaknya menggunakan mulut, seperti ikan, buaya, dan mamalia tertentu. Selain itu, berbagai hewan membawa anak-anaknya di punggungnya.

 Berikut kami sajikan daftar hewan yang menggendong anaknya dipunggung

 1. Simpanse

Kera besar, ​​gorila, simpanse, bonobo, dan orangutan, adalah kerabat primata terdekat kita, dan semuanya diketahui membawa anak-anaknya di punggung induknya. Pada sebagian besar spesies primata, bayi yang baru lahir tidak dapat berjalan atau merawat diri sendiri, dan tidak dilindungi oleh sarang. Perkembangan mereka yang lambat mengharuskan induk mereka menjaga mereka tetap dekat, untuk sering menyusui dan untuk transportasi dan perlindungan. Bayi biasanya dipindahkan dari bagian depan tubuh induknya ke punggungnya ketika mereka cukup kuat untuk mencengkeramnya dengan aman, biasanya ketika anaknya berusia beberapa bulan.


2. Katak Berkantung

Marsupial adalah mamalia yang membawa anak-anaknya ke dalam kantong berbulu, seperti kanguru, koala, dan hewan penghuni benua Australia lainnya. Tetapi katak berkantung (Gastrotheca cornuta) yang langka dan terancam punah, memiliki kantong berisi bayi yang melar dan terletak di punggungnya. Hewan ini hidup di hutan Panama, Kolombia, dan Ekuador, 

Di dalam kantongnya, induk katak mengerami telur yang berdiameter sekitar 0,4 inci (10 milimeter). Sebagai gambaran, seluruh tubuh induk berukuran sekitar 3 inci (77 mm).


3. Angsa

Angsa, unggas air terbesar di dunia, dikenal luas karena kesetiaannya kepada pasangannya dan diketahui berpasangan seumur hidup. Tetapi induk angsa juga telah diamati memberikan perhatian khusus kepada anak-anak mereka. Angsa memiliki semacam alat pelampung sementara untuk membantu anak-anak yang masih kecil untuk belajar berenang.

Angsa betina biasanya bertelur lima hingga tujuh telur, yang dierami selama 36 hingga 38 hari. Anak-anak yang baru menetas akan ditutupi bulu putih atau keabu-abuan, dan dapat berenang dan menyelam sekitar 24 jam setelah menetas. Induk angsa membawa anaknya punggung mereka, dengan sayap melengkung untuk melindungi anaknya.


4. Laba-laba serigala

Laba-laba serigala menunjukkan bentuk perawatan anaknya yang unik di antara laba-laba lainnya. Setelah laba-laba muncul dari kantung telurnya, mereka segera naik ke punggung induknya, di mana anak-anaknya tersebut tinggal hingga dua minggu.

Para ilmuwan mengamati bahwa laba-laba pertama biasanya ragu-ragu saat menjulurkan kepalanya keluar dari lubang di kantung telur. Tapi ia segera merangkak keluar, merangkak di atas tubuh induknya sampai ia duduk di punggungnya, dan semua anak-anak lainnya mengikuti tak lama kemudian dan berkerumun di atas induknya. Sebanyak 1.035 laba-laba menumpuk di spesies laba-laba serigala

"Kantung telur biasanya dikosongkan dalam waktu 3 jam, dan anak laba-laba akan menumpuk di atas satu sama lain di atas perut induknya, dan terkadang ada yang jatuh ke samping.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Fauna Endemik Indonesia

10 Tanaman Hias Gantung: Tahan Panas dan Hujan, Murah, Serta Merambat