5 Hewan Terkecil di Dunia, Sudah Pernah Lihat?

Hai sobat blog...

Hewan di dunia memiliki spesies yang beragam. Setiap spesiesnya memiliki ciri dan keunikan yang berbeda-beda, mulai dari bentuk tubuh, ukuran tubuh, dan hal-hal lain yang ada pada spesies hewan tersebut.

Nah, keunikan yang akan dibahas dalam artikel ini adalah hewan yang memiliki tubuh terkecil di dunia. Hewan apa sajakah itu?

Daftar 5 Hewan Terkecil di Dunia

1. Paedocypris Progenetica

Indonesia adalah surga keanekaragaman hayati. Negara kepulauan ini menyimpan berbagai fauna unik yang berharga bagi dunia penelitian. Salah satunya adalah ikan rawa bernama Paedocypris progenetica.

Hingga awal tahun 2012, ikan yang biasa hidup di rawa di sekitar lahan gambut Sumatera ini tercatat sebagai binatang bertulang punggung paling ekstrem yang pernah ditemukan. Saat dewasa, ikan ini hanya berukuran 7,9-10,3 milimeter.

Penemuan Paedocypris progenetica dilaporkan pada 2005 oleh ahli ikan berkebangsaan Swiss, Maurice Kottelat, dan Tan Heok Hui yang sama-sama bekerja untuk Raffles Museum of Biodiversity Research, Singapura.

Bersama rekan-rekan dari Indonesia dan Max Planck Institute, Jerman, mereka kemudian menganalisis kerangka dan struktur kompleks sirip belakang binatang ini. Sebelum ikan ini ditemukan, rekor vertebrata terkecil dipegang oleh Indo Pacific goby, yang berukuran 8 milimeter.

Jika dilihat sepintas, ikan ini tampak seperti larva yang berenang di air. Ukuran yang amat pipih membuat tengkorak binatang ini berkurang banyak. Akibatnya, otak ikan tak terlindung oleh tulang.

2. Paedophryne Amauensis

Ilmuwan Amerika Serikat (AS) menemukan spesies kodok terkecil di dunia. Kodok yang hanya memiliki ukuran 7,7 milimeter ini ditemukan hidup di hutan tropis di Papua Nugini.

Penemuan kodok yang memiliki nama latin 'Paedophryne amauensis' ini dilaporkan dalam jurnal sains PLoS ONE. Saking kecilnya, kodok ini bahkan lebih kecil dari koin 1 sen atau sekitar 7,7 milimeter saja.

Menurut fakta, merujuk pada frekuensi suara kodok jantan yang terdengar, diperkirakan spesies kodok terkecil di dunia ini tinggal berjauhan sekitar 50 cm dengan kodok lainnya di bawah guguran dedaunan.

3. Thorius Arboreus

Thorius arboreus atau sering disebut salamander menit arboreal adalah spesies salamander dalam keluarga Plethodontidae. Hewan yang diperkirakan berasal dari Meksiko ini berukuran sekitar 18 mm untuk jantannya, dan 20 mm untuk betinanya.

Kepalanya cukup lebar dan bermoncong dengan mata yang besar, biasa ditemukan di hutan-hutan dataran tinggi bersuhu cukup hangat. Kadang hewan ini juga bisa tinggal di bagian bawah kayu yang sudah membusuk.

Salamander spesies Thorius Arboreous ini biasanya ditemukan di hutan-hutan yang berada di dataran tinggi dan memiliki suhu yang cukup hangat. Bahkan mereka kerap tinggal di bawah kayu yang telah membusuk. Salamander ini memakan jenis-jenis serangga kecil seperti larva.

4. Barbados Threadsnake

Barbados Threadsnake adalah ular endemik yang ada di Pulau Barbados yang terletak di Karibia Selatan. Selain itu, ular ini juga dapat ditemukan di Pulau Antigua dan Barbuda. Ular ini sangat sulit ditemukan karena ia hidup di dalam hutan belantara, selain itu ular ini juga sangat kecil.

Ular ini disebut sebagai ular terkecil di dunia karena memiliki tubuh dengan ukuran seperti cacing, yaitu panjangnya hanya 10 centimeter dengan lebar tidak lebih dari satu helai spaghetty. Ukuran ular ini juga lebih kecil daripada koin dollar yang memiliki diameter 24,266 milimeter.

Barbados Threadsnake hanya memiliki satu warna yaitu warna coklat tua. Di sekujur tubuhnya terdapat sisik seperti ular pada umumnya, namun lebih kecil.

Ada hal unik yang dimiliki oleh Barbados Threadsnake, di mana ia adalah termasuk hewan yang buta karena tidak memiliki mata seperti reptil pada umumnya. Karena buta, ular ini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengubur diri dan bersembunyi di balik batu.

Meski tubuhnya memiliki ukuran yang sangat kecil, namun ular ini  termasuk ke dalam hewan karnivora. Mereka memangsa serangga-serangga berukuran kecil seperti rayap dan semut. Selain itu, Barbados Threadsnake juga memangsa larva serangga yang mereka temui. Bahkan ular ini juga dianggap berbahaya seperti ular lain karena bisanya yang mematikan.

5. Bumblebee Bat

Bumblebee Bat atau Kelelawar Bumblebee ini memiliki panjang dari kepala sampai tubuh kelelawar sekitar 1,14 – 1,3 inci atau 29 – 33 milimeter saja. Hal tersebut yang menjadikannya sebagai salah satu hewan terkecil di dunia, karena biasanya kelelawar tidak memiliki tubuh sekecil itu.

Lebar sayap yang dimiliki kelelawar ini 6,7 inci atau 170 milimeter dan besar telinganya 0,4 inci atau 10,2 milimeter. Berat rata-rata dari Bumblebee Bat hanya mencapai 0,7 ons atau 2 gram saja.

Kelelawar ini memiliki hidung seperti babi karena lubang hidungnya besar dengan septum yang lebar juga. Orang-orang yang melihat kelelawar ini menganggapnya seperti hidung babi.

Kelelawar ini memiliki warna merah kecokelatan dan abu-abu. Mereka memiliki keunikannya tersendiri seperti, tidak memiliki ekor padahal memiliki dua tulang belakang, selain itu telinganya cukup besar bagi hewan sekecil itu.

Bumblebee Bat biasa tinggal di gua-gua batu kapur yang ada di hutan Thailand dan Myanmar. Yang unik dari kelelawar ini adalah ia hanya pernah tersesat sejauh 0,62 mil atau 1 kilometer dari gua mereka, tidak pernah lebih dari itu.

Wah kecil kecil banget yah hewannya. Hewan mana nih yang sudah pernah kamu lihat? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Hewan yang Menggendong Anaknya di Punggung

6 Fauna Endemik Indonesia

10 Tanaman Hias Gantung: Tahan Panas dan Hujan, Murah, Serta Merambat